Disebut Sesuai dengan Visi Rusia, Sebagian Besar Pendekatan Baru Pemerintahan Amerika Serikat

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 3 Maret 2025 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. (Dok. Voa Indonesia)

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. (Dok. Voa Indonesia)

JAKARTA – Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah video yang dipublikasikan pada Minggu (2/3/2025) mengatakan pemerintahan baru Amerika Serikat dengan cepat mengubah semua konfigurasi kebijakan luar negeri yang sejalan dengan visi Rusia.

“Kami (Rusia dan Amerika Serikat) memberikan suara untuk resolusi yang sama di Majelis Umum PBB, yang berisi kata-kata yang sangat seimbang mengenai krisis Ukraina.

Hal ini benar-benar mustahil untuk dibayangkan sebelumnya,” katanya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintahan baru Amerika dengan cepat mengubah semua konfigurasi kebijakan luar negerinya. Hal ini sangat sesuai dengan visi kami. Upaya untuk membangun dialog, untuk membangun semua hubungan sedang dilakukan sekarang.”

“Jalan yang harus ditempuh masih panjang, karena seluruh rangkaian hubungan bilateral telah sangat rusak.”

“Namun jika kemauan politik dari kedua pemimpin, Presiden Putin dan Presiden Trump dijaga, maka kita akan menghapus jarak ini dengan cukup cepat,” imbuhnya.

Pernyataan itu difilmkan pada Kamis (26/2/2025), tetapi baru dipublikasikan pada Minggu saat para pemimpin Eropa melangsungkan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Inggris.

Pasca perselisihannya di depan publik dengan Presiden Amerika Donald Trump saat melawat ke Gedung Putih pada Kamis.

Saat ditanya tentang kerja sama Rusia-Amerika dalam aluminium dan tanah jarang, Peskov mengatakan, “Pertama, ini adalah prospek jangka panjang.”

“Kedua, kami telah mendengar dari beberapa perwakilan pemerintah Amerika bahwa penyelesaian di Ukraina adalah yang pertama, kemudian – ekonomi.”

“Dan menurut saya, bahkan sekarang pun masih perlu untuk menguraikan berbagai masalah yang mungkin ada guna menjalin kerja sama ini. Tetapi kita belum bisa mengharapkan hasil yang cepat di bidang ini.”***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infopeluang.com dan Ekonominews.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Lingkarin.com dan Kontenberita.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallokaltim.com dan Apakabarbogor.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Kami juga melayani publikasi press release di jaringan Disway Group (100an media), dan ProMedia Network (1000an media), serta media lainnya.

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Sumber Berita: Voaindonesia.com

Berita Terkait

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Brasil, Produk Strategis Tetap Dikecualikan
Thailand–Kamboja Capai Gencatan Senjata, Mediasi ASEAN Jadi Kunci Damai
Klaim Trump Hentikan Perang India Pakistan Dibantah, Kashmir Masih Bergejolak
Donald Trump Guncang Pasar Minyak dan Peta Diplomasi Timur Tengah, Cabut Sanksi Atas Suriah
Pulihkan VOA dan Sejumlah Media di Bawah Naungannya, Permintaan Hakim Distrik AS kepada USAGM
Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Dokter Vatikan Ungkap Masalah Kesehatan Sebagai Penyebab
Naikkan Tarif Tambahan Menjadi 84 Persen untuk Produk Impor AS, Tiongkok Balas Kenaikan Tarif AS
Lebih dari 50 Negara Terdampak Tarif Donald Trump akan Membalas atau Negosiasi dengan Amerika Serikat

Berita Terkait

Kamis, 31 Juli 2025 - 15:31 WIB

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Brasil, Produk Strategis Tetap Dikecualikan

Selasa, 29 Juli 2025 - 11:45 WIB

Thailand–Kamboja Capai Gencatan Senjata, Mediasi ASEAN Jadi Kunci Damai

Senin, 21 Juli 2025 - 13:09 WIB

Klaim Trump Hentikan Perang India Pakistan Dibantah, Kashmir Masih Bergejolak

Sabtu, 17 Mei 2025 - 05:57 WIB

Donald Trump Guncang Pasar Minyak dan Peta Diplomasi Timur Tengah, Cabut Sanksi Atas Suriah

Kamis, 24 April 2025 - 11:50 WIB

Pulihkan VOA dan Sejumlah Media di Bawah Naungannya, Permintaan Hakim Distrik AS kepada USAGM

Berita Terbaru