LANGKAH terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menandatangani perintah eksekutif untuk menaikkan tarif ekspor Brasil hingga 50 persen menandai fase baru dalam hubungan luar negeri Washington yang semakin konfrontatif.
Kebijakan ini muncul bukan karena ketidakseimbangan dagang, melainkan sebagai respon langsung terhadap proses hukum di Brasil terhadap Jair Bolsonaro, sekutu dekat Trump yang sedang diadili atas dugaan keterlibatan dalam upaya kudeta.
“Ini bukan soal ekonomi semata,” kata Jake Sullivan, penasihat keamanan nasional AS dalam jumpa pers di Gedung Putih. “Ini tentang nilai-nilai demokrasi dan persepsi penganiayaan politik terhadap sekutu Amerika.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Trump menyebut persidangan Bolsonaro sebagai bentuk “ketidakadilan yudisial”, dan menuding Pemerintah Brasil di bawah Luiz Inácio Lula da Silva telah “melampaui batas demokrasi.”
Kebijakan ini sekaligus menegaskan bagaimana agenda politik personal dapat memengaruhi kebijakan ekonomi dan diplomasi AS menjelang tahun pemilu.
Tarif Ekspor Meningkat, Tapi Ada Celah: Industri Kedirgantaraan Brasil Masih Aman
Tarif baru yang diberlakukan mulai 6 Agustus mendatang mencakup berbagai komoditas utama, mulai dari baja, aluminium, hingga produk pertanian dan pertambangan.
Baca Juga:
PROPAMI Targetkan Pasar Modal Inklusif Lewat Penguatan SDM Daerah
Namun, terdapat sejumlah pengecualian strategis yang tampak dirancang dengan pertimbangan geopolitik dan kepentingan korporasi besar.
Dalam daftar pengecualian yang diumumkan Gedung Putih, disebutkan bahwa pesawat sipil, suku cadang kedirgantaraan, bubur kayu, pupuk, energi, serta jus jeruk tidak akan dikenakan tarif baru.
“Embraer bisa bernapas lega,” ujar Scott Hamilton, analis kedirgantaraan dari Leeham News. “Ini sinyal bahwa hubungan dagang masih hidup meski dikaburkan oleh tekanan politik.”
Para pengamat menilai pengecualian ini membuka ruang negosiasi sekaligus menunjukkan bahwa kebijakan tersebut belum sepenuhnya ditutup untuk kompromi diplomatik.
Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi ke Hakim Brasil: Kritik Terhadap Alexandre de Moraes
Lebih jauh, Departemen Keuangan AS dan Departemen Luar Negeri menjatuhkan sanksi kepada Mahkamah Agung Brasil, terutama terhadap hakim Alexandre de Moraes yang memimpin persidangan Bolsonaro.
Dalam pernyataan resmi, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut de Moraes telah menyalahgunakan kekuasaan yudisialnya.
“De Moraes bertindak sebagai jaksa, hakim, dan juri dalam satu paket yang sama,” tegas Bessent. “Ini pelanggaran terhadap prinsip-prinsip keadilan universal.”
Departemen Luar Negeri AS menambahkan bahwa tindakan de Moraes, termasuk penahanan pra-peradilan terhadap beberapa aktivis pro-Bolsonaro, “menggambarkan penyimpangan serius dari proses hukum yang wajar.”
Tindakan Washington ini menuai kecaman dari Brasília, dengan menyebut sanksi sebagai “intervensi tidak sah atas proses hukum internal negara berdaulat.”
Pemerintah Lula Bereaksi: Presiden Brasil Pertahankan Independen Yudisial Nasional
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menanggapi langkah Trump dengan tenang namun tegas, menyatakan bahwa “sistem peradilan Brasil bekerja sesuai konstitusi.”
Baca Juga:
GAC AION V Memenuhi Kebutuhan Mobil Listrik Murni di Nordik dengan Keunggulan Multidimensi
Yili Group Mengawali 2026 dengan Menggelar Konferensi Bersama Mitra Bisnis di Asia Tenggara
Dalam wawancara eksklusif dengan Folha de S. Paulo, Lula menegaskan tidak ada intervensi pemerintah dalam kasus Bolsonaro dan menyebut tuduhan Trump sebagai upaya politisasi hubungan bilateral.
“Kami tidak bisa tunduk pada tekanan asing hanya karena seorang terdakwa memiliki koneksi politik global,” ujar Lula.
Lula juga menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk memanggil Duta Besar Brasil di Washington untuk konsultasi, sembari mempertimbangkan respons diplomatik yang proporsional.
Sementara itu, kubu Bolsonaro menyambut langkah Trump sebagai “bukti bahwa dunia melihat ketidakadilan yang sedang berlangsung di Brasil.”
Implikasi Global: Kebijakan Tarif AS Ancam Stabilitas Ekonomi Regional dan Global
Para analis ekonomi memperingatkan bahwa kebijakan tarif sepihak ini dapat mengguncang rantai pasok regional di Amerika Selatan dan memengaruhi iklim investasi asing langsung.
“Brasil adalah mitra dagang utama Amerika Serikat di Amerika Latin,” ujar Ernesto Araújo, mantan Menlu Brasil dan pengamat geopolitik.
“Mengganggu hubungan ini akan membawa konsekuensi jangka panjang.”
Bank Dunia mencatat bahwa nilai ekspor Brasil ke AS mencapai USD 36 miliar pada tahun 2024, terutama di sektor pertambangan, agrikultur, dan manufaktur.
Selain itu, langkah ini juga membuka pertanyaan lebih besar tentang masa depan multilateralisme dan peran Amerika Serikat dalam tatanan ekonomi global yang berbasis aturan.
“Trump kembali menggunakan tarif sebagai senjata politik,” ujar Shannon O’Neil, analis dari Council on Foreign Relations.
“Ini menciptakan preseden berbahaya.”
Kritik dari Uni Eropa dan beberapa anggota G20 telah bermunculan, menyerukan agar Amerika Serikat menghormati kedaulatan hukum negara lain dan menahan diri dari kebijakan koersif.***
empatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Arahnews.com dan Haloagro.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Sentranews.com dan Indonesiaraya.co.id.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hellojateng.com dan Hariankarawang.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center













