Amerika Serikat akan Usir Duta Besar Negara Afrika Selatan Usai Hubungan Diplomatik Menegang

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 17 Maret 2025 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio. (Instagram.com @marcorubio)

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio. (Instagram.com @marcorubio)

JAKARTA – Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan pada hari Jumat bahwa duta besar Afrika Selatan untuk Washington telah dinyatakan sebagai persona non grata, yang menandakan memburuknya hubungan kedua negara.

Dalam sebuah posting di X, Rubio mengatakan bahwa duta besar Afrika Selatan untuk AS, Ebrahim Rasool, “tidak lagi diterima di negara kita yang besar ini.”

“Ebrahim Rasool adalah seorang politisi pemancing ras yang membenci Amerika dan membenci @POTUS [Presiden Amerika Serikat].”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belum ada tanggapan langsung dari kedutaan besar Afrika Selatan di Washington.

Langkah Rubio ini dilakukan di tengah-tengah ketegangan hubungan antara AS dan Afrika Selatan.

Presiden Donald Trump baru-baru ini menandatangani sebuah perintah eksekutif yang menangguhkan bantuan kepada Afrika Selatan atas tindakan pengambilalihan lahan yang kontroversial yang menurut Trump akan mengarah pada pengambilalihan lahan pertanian milik orang kulit putih.

Trump juga mengatakan bahwa para petani Afrika Selatan dipersilakan untuk menetap di Amerika Serikat.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dalam sebuah tulisan di X, membela langkah pemerintahnya.

“Kami dipandu oleh Konstitusi, yang menempatkan tanggung jawab pada negara untuk mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki dampak diskriminasi rasial di masa lalu,” katanya.

“Kami telah menyatakan keprihatinan kami mengenai kesalahan penggambaran situasi di Afrika Selatan dan beberapa undang-undang serta posisi kebijakan luar negeri kami,” ujar Ramaphosa setelah Trump menandatangani perintah eksekutif tersebut pada awal Februari. ***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Businesstoday.id dan Tambangpost.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Hello.id dan Topiktop.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hellobekasi.com dan Surabaya.on24jam.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Brasil, Produk Strategis Tetap Dikecualikan
Thailand–Kamboja Capai Gencatan Senjata, Mediasi ASEAN Jadi Kunci Damai
Klaim Trump Hentikan Perang India Pakistan Dibantah, Kashmir Masih Bergejolak
Donald Trump Guncang Pasar Minyak dan Peta Diplomasi Timur Tengah, Cabut Sanksi Atas Suriah
Pulihkan VOA dan Sejumlah Media di Bawah Naungannya, Permintaan Hakim Distrik AS kepada USAGM
Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Dokter Vatikan Ungkap Masalah Kesehatan Sebagai Penyebab
Naikkan Tarif Tambahan Menjadi 84 Persen untuk Produk Impor AS, Tiongkok Balas Kenaikan Tarif AS
Lebih dari 50 Negara Terdampak Tarif Donald Trump akan Membalas atau Negosiasi dengan Amerika Serikat

Berita Terkait

Kamis, 31 Juli 2025 - 15:31 WIB

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Brasil, Produk Strategis Tetap Dikecualikan

Selasa, 29 Juli 2025 - 11:45 WIB

Thailand–Kamboja Capai Gencatan Senjata, Mediasi ASEAN Jadi Kunci Damai

Senin, 21 Juli 2025 - 13:09 WIB

Klaim Trump Hentikan Perang India Pakistan Dibantah, Kashmir Masih Bergejolak

Sabtu, 17 Mei 2025 - 05:57 WIB

Donald Trump Guncang Pasar Minyak dan Peta Diplomasi Timur Tengah, Cabut Sanksi Atas Suriah

Kamis, 24 April 2025 - 11:50 WIB

Pulihkan VOA dan Sejumlah Media di Bawah Naungannya, Permintaan Hakim Distrik AS kepada USAGM

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

BDx Indonesia Dukung Komunitas Terdampak Banjir di Sumatra

Senin, 2 Feb 2026 - 02:00 WIB