Mengapa Wajib Pajak Jadi Kambing Hitam? Penerimaan Pajak Anjlok hingga Lebih dari 30 Persen

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 18 Maret 2025 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Kementerian Keuangan. (Dok. Kemenkeu.go.id)

Gedung Kementerian Keuangan. (Dok. Kemenkeu.go.id)

Oleh: Anthony BudiawanManaging Director PEPS (Political Economy and Policy Studies)

JAKARTA – Penerimaan pajak per Februari 2025 turun dibandingkan period sama tahun lalu.

Bukan hanya turun, tetapi anjlok lebih dari 30 persen, dari Rp269 triliun menjadi Rp187,8 triliun.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anehnya, kementerian keuangan merasa hebat terus. Tidak pernah salah.

Setiap kali penerimaan pajak turun, yang salah pasti wajib pajak, khususnya pengusaha.

Mereka jadi sasaran kegagalan, menjadi kambing hitam, diberi label “wajib pajak nakal”.

Padahal, penurunan penerimaan pajak awal tahun ini sudah diperkirakan. Ada dua alasan untuk itu.

Pertama, realitanya, aktivitas ekonomi tahun ini terus melanjutkan tren menurun. Daya beli masyarakat masih lemah. Permintaan merosot.

Hal ini tercermin dari angka deflasi Februari 2025. Dampaknya, tentu saja penerimaan pajak turun.

Kedua, coretax. Sistem pajak digital yang konon sudah menghabiskan biaya Rp1,3 triliun ternyata bermasalah besar.

Macet. Banyak wajib pajak tidak bisa lapor pajak, tidak bisa bayar pajak. Penerimaan pajak turun.

Bukannya minta maaf kepada masyarakat luas atas kegagalan ini, Kemenkeu malah mencari kambing hitam.

Menyalahkan rakyat yang sudah susah payah bayar pajak, dengan memberi label wajib pajak nakal.

Sebagai pembenaran, Kemenkeu dapat “obrak-abrik” wajib pajak, memeriksa “2.000 wajib pajak nakal” versi Kemenkeu.

Kemungkinan besar banyak wajib pajak yang akan kena “intimidasi”, penetapan kurang bayar pajak secara sepihak, alias “sewenang-wenang”, alias seenaknya saja.

Tidak heran investasi semakin sulit. Investor semakin takut dicap “nakal”. Investasi lari ke luar negeri. Prospek ekonomi Indonesia akan semakin redup.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Businesstoday.id dan Tambangpost.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Hello.id dan Topiktop.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hellobekasi.com dan Surabaya.on24jam.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, silahkan klik Persrilis.com atau Rilispers.com (150an media).

Untuk harga paket yang lebih hemat klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional).

Untuk informasi, hubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Berita Terkait

PROPAMI Targetkan Pasar Modal Inklusif Lewat Penguatan SDM Daerah
Sinergi PR Newswire dan PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis Berbasis 175+ Media di Indonesia
Kenali Tahapan Awal Sebelum Membeli Bitcoin
Dari Blokir ke Belanja: Dana Rp168,5 Triliun Mengalir ke Program Prioritas
CSA Index September 2025 Turun Drastis, Optimisme Pasar Meredup
SPBU Swasta Kosong, Konsumsi BBM Non-Subsidi Melonjak Drastis
Fakta di Balik Isu Uang Baru Rp22.500, Apa Kata BI?
Komunikasi Visual Perusahaan Bertransformasi Lewat Galeri Foto Pers

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 07:45 WIB

Sinergi PR Newswire dan PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis Berbasis 175+ Media di Indonesia

Jumat, 7 November 2025 - 21:13 WIB

Kenali Tahapan Awal Sebelum Membeli Bitcoin

Rabu, 24 September 2025 - 08:13 WIB

Dari Blokir ke Belanja: Dana Rp168,5 Triliun Mengalir ke Program Prioritas

Sabtu, 13 September 2025 - 17:41 WIB

CSA Index September 2025 Turun Drastis, Optimisme Pasar Meredup

Kamis, 4 September 2025 - 11:20 WIB

SPBU Swasta Kosong, Konsumsi BBM Non-Subsidi Melonjak Drastis

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

/C O R R E C T I O N — PayJoy/

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:15 WIB